This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 16 November 2012

Jauhi 8 Sifat Istri yang Dibenci Suami


KUNCI utama rumah tangga bahagia adalah adanya saling cinta dan kasih sayang antara suami dan istri.  Sang suami akan menghargai dan memberikan segenap cinta dan kasih sayang kepada istrinya, jika kaum wanita pun memberikan cinta dan penghargaan kepada suaminya. Demikian pula sebaliknya.
Agar istri tidak kehilangan rasa cinta dan rasa hormat suaminya, maka seorang istri harus mengetahui dan menjauhi sifat-sifat wanita yang dibenci suami. Di antara sifat-sifat tersebut yang paling menonjol, sebagaimana ditulis Shabah Sa’id dalam bukunya Az-Zaujah Al-Mubdi’ah wa Asrar Al-Jamal, antara lain:
1.  Istri yang sibuk dengan dirinya sendiri.
Istri seperti ini biasanya menjauhi segala urusan suami, dan lebih mementingkan urusan serta kegemarannya sendiri. Pada dasarnya, istri seperti ini merasa nyaman setiap kali dia bisa menyendiri, serta bisa menjaga segala apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia sentuh untuk diri sendiri. Boleh jadi hal ini merupakan akibat adanya penyakit psikis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
…Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga…
2.  Istri yang suka mendominasi.
Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga. Dia senantiasa menjalankan sendiri segala urusan keluarga dan urusan rumah dengan tanpa memandang pendapat suami.
Di sini, seorang suami akan merasa bahwa jati dirinya telah hilang, sebab yang bisa dia lakukan untuk kebaikan rumah atau anak-anaknya hanya menyerah saja, atau mengabaikan keberadaan dirinya. Pria semacam ini, jika tidak memisahkan dirinya dari istri seperti itu, bisa jadi dia akan berusaha mencari, atau mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini dari wanita lain.
3.  Istri yang gemar berdusta.
Salah satu hal yang mesti dimiliki dalam hubungan pernikahan adalah unsur kejujuran dalam segala hal. Ini mengingat, kejujuran merupakan salah satu pilar ketenteraman dan kebahagiaan. Di luar sana terdapat banyak wanita yang gemar berdusta. Mereka menjadikan dusta sebagai hobi atau sebagai dalih karena takut sesuatu. Namun apa pun alasannya, dusta dan tipu daya adalah dua hal yang paling dibenci kaum pria. Meskipun terkadang seorang pria menerima tindakan dusta dari istrinya karena satu atau lain hal, namun penerimaan seorang suami terhadap sifat buruk itu biasanya disertai dengan pandangan  meremehkan.
4.  Istri yang kejam/galak.
Istri semacam ini adalah istri yang begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini terus-menerus meresahkan suaminya, sebab karakter permusuhannya tersebut. Selain itu, istri seperti ini akan terbiasa mengeluarkan kata-kata pedas, keras, dan kasar kepada tetangga, teman-teman, dan anggota keluarganya. Istri yang kejam, tentunya menimbulkan banyak masalah bagi suaminya, bahkan bagi anak-anaknya pula. Sehingga tertanam dalam jiwa anak-anaknya sikap tidak senang dan akan menjauh dari ibunya.
…Istri galak, begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini selalu meresahkan suaminya…
5.  Istri yang menyulitkan.
Wanita semacam ini terbiasa hidup dalam suasana kehidupan yang penuh dengan perilaku buruk, gejolak rumah tangga, senantiasa menciptakan benih-benih perselisihan. Sebab setiap kata yang terlontar dari mulut suaminya yang berisi perintah terhadap hal penting yang mesti dilakukan istrinya, ternyata istrinya malah menepis semua perkataan suaminya dan menolak bertanggungjawab atas hal itu. Sehingga seringkali dia menciptakan kesulitan dan menyulut pertikaian antara dirinya dengan suaminya. Dalam kondisi demikian, sang suami lebih mengutamakan untuk menjauh dari rumah, atau barangkali dia akan tetap di rumah dan ikut-ikutan dengan sifat buruk istrinya.
6.  Istri yang pasif.
Istri semacam ini akan membiarkan dan menyerahkan segala urusan kepada suaminya, sehingga suaminya menjalankan seluruh urusan keluarga dan rumah tangga. Peran istri hanya terbatas menjalankan instruksi-instruksi suaminya. Dia senantiasa menyerah dalam segala hal, seakan-akan dia menuntut suaminya agar lebih berkuasa dengan tanpa berusaha menunjukkan perannya atau keberadaannya sedikit pun terhadap suaminya, padalah dia adalah pasangan hidup bagi suaminya.
7.  Istri yang keras kepala.
Istri semacam ini adalah istri yang keras kepala dalam segala hal, dan dia terus berlindung di balik sifatnya yang keras kepala itu. Sebab dia mendapatkan kenyamanan pada dirinya ketika dia bersikeras mengikuti pendapatnya, sekalipun itu salah. Di samping itu, melalui cara itulah dia mendapatkan kepuasan diri. Misalnya, andai suaminya menginginkan satu jenis makanan, dia terus-menerus menyiapkan jenis makanan lainnya, sekalipun sebenarnya jenis makanan itu juga tidak disukainya. Wanita semacam ini adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki.
…Istri yang keras kepala dalam segala hal adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki…
8.  Istri yang menggemari rutinitas.
Istri semacam ini adalah sosok yang menganggap bahwa pernikahan adalah akhir dari segala kehidupannya. Sebab segala ambisi dan keinginannya telah dipendam dalam-dalam pasca menikah. Menurutnya, setelah menikah tidak ada lagi keinginan dan ambisi. Dengan begitu, dia beranggapan bahwa hari ini sama dengan hari kemarin, dengan artian, bahwa segala sesuatu dalam kehidupan pernikahan hanya sarat dengan rutinitas yang teratur dan monoton.
Hal-hal di atas adalah bagian dari sifat-sifat istri yang paling dibenci kaum suami. Oleh karena itu, hendaknya para istri kembali meniti kembali gaya hidupnya dengan menjauhi sifat-sifat di atas, demi meraih kebahagiaan dan ketenteraman kehidupan rumah tangga.

Bagaimana Cara Mencintai

Cinta adalah sesuatu yang unik. Cinta dapat menjadi suatu perasaan yang paling luar biasa di dunia ini, atau bisa juga menjadi sangat menyakitkan, tetapi pada akhirnya cinta adalah sesuatu yang mayoritas orang akan hadapi. Ada begitu banyak cara untuk mengartikan cinta dan ada begitu banyak cara untuk mencintai seseorang (bahkan diri anda sendiri), berikut pedoman umum untuk mencintai.
1. Katakan. Ketika anda mengucapkan kata “Aku Cinta Kamu”, anda harus mengucapkannya dengan hasrat untuk menunjukkan pada seseorang bahwa anda mencintai mereka, bukan hanya sekedar perasaan yang ingin anda rasakan. Ketika anda mengatakannya, pastikan anda benar-benar bersungguh-sungguh dan bersedia melakukan apa saja untuk orang spesial itu.
2. Bersikap empati. Taruh posisi anda pada sepatu orang lain. Daripada anda bersikap memaksa kehendak anda sendiri atau berusaha untuk mengontrol mereka, cobalah untuk mengerti apa yang mereka rasakan, darimana mereka berasal, dan siapa mereka. Sadari bagaimana mereka juga akan dapat mencintai anda dengan cara yang sama.
3. Mencintai tanpa syarat. Jika anda tidak dapat mencintai seseorang tanpa menggunakan ketentuan / syarat, maka itu bukanlah cinta sama sekali, tetapi lebih cendereng pada kesempatan memanfaatkan orang lain. (orang yang paling mendapatkan keuntungan, biasanya tidak peduli terhadap orang lain). Jika tujuan anda bukanlah cinta tanpa syarat, tetapi lebih pada bagaimana orang itu dapat menambah pengalaman kehidupan anda, maka itu bukanlah tanpa syarat. Jika anda tidak bermaksud untuk meningkatkan kehidupan orang itu, ataupun membiarkan orang itu menjadi diri mereka sendiri dan menerima mereka apa adanya, dan bukanlah menjadi apa yg anda inginkan bagi mereka, maka anda tidak berusaha untuk mencintai mereka tanpa syarat.
4. Jangan mengharapkan apa-apa. Ini bukan berarti anda membolehkan orang lain untuk meremehkan ataupun memberikan perlakuan salah kepada anda. Ini berarti bahwa memberikan cinta tidak menjamin akan mendapatkan cinta. Cobalah untuk mencintai hanya demi kepentingan cinta. Sadari bahwa seseorang mungkin mempunyai cara yang berbeda untuk menunjukkan cintanya pada anda, jangan mengharapkan untuk dicintai dengan cara yang sama.
5. Sadari bahwa cinta ini dapat hilang. Jika anda menyadari bahwa anda dapat kehilangan seseorang yang anda cintai, maka anda akan lebih menghargai apa yang sudah anda miliki. Pikirkan betapa beruntungnya anda untuk memiliki seseorang yang dapat anda cintai.
Artikel berikut merupakan salah satu artikel yang saya baca mengenai tips untuk mencintai. Sumber aslinya berasal dari http://www.wikihow.com/Love. Ingat tidak ada kata gagal dalam cinta, karena jika anda sudah mengatakan cinta pada seseorang bahwa anda mencintainya, maka anda sudah berhasil dalam cinta.
Tips: Tidak ada salahnya untuk mengharapkan cinta orang lain, walupun mereka tidak mencintai anda. Tetapi bagaimanapun, untuk mencintai seseorang dengan tulus, anda harus membiarkan mereka bebas. Anda egois jika anda menyalahkan mereka atas perasaan anda

Selasa, 13 November 2012

Apa Arti Cinta Sebenarnya?

Kita sering mendengar kata Cinta dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak orang yang mengetahui arti cinta, atau setidaknya merasa cukup tahu tentang hal ini tetapi banyak juga orang yang tidak tahu apa itu cinta, dan belum pernah merasakan yang namanya cinta. Jika anda ingin belajar pengembangan diri dalam hal cinta, ada baiknya anda coba cara yang akan saya bahas di sini.
Banyak sekali pendapat orang mengenai cinta. Ada yang bilang cinta itu semanis madu, cinta itu mematikan seperti racun, cinta itu kasih, dsb. Kalo menurut saya, cinta itu adalah pengorbanan atau mungkin lebih cocok bahwa cinta iu memberi. Kalo kita bersedia memberi demi orang yang kita cintai, itulah yang saya namakan cinta.
Gary Chapman, seorang konselor dan penulis terkenal, menulis sebuah buku yang berjudul “The Five Love Language” (sudah ada terjemahannya “Lima Bahasa Kasih”) yang berisikan tentang lima bahasa kasih manusia secara umum. Lima bahasa kasih itu adalah kata-kata pendukung, saat-saat mengesankan, hadiah, pelayanan, dan sentuhan. (Untuk lebih jelasnya mengenai ini, silakan baca sendiri bukunya. Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk semua orang yang ingin memiliki cinta dalam hidupnya). Jika kita bisa selalu berusaha untuk memberi bahasa kasih yang cocok untuk orang lain, maka hidup anda akan selalu dipenuhi cinta. Mengapa? Karena cinta ini akan berbalik kembali kepada anda.
Prinsip memberi menerima ini berlaku umum dalam kehidupan sehari-hari. Kewajiban dulu baru menuntut hak, kerja dulu baru dibayar, bayar uang dulu baru terima barang, begitu juga dengan cinta. Memberi dulu baru nanti bisa kita terima.
Semua orang ingin dicintai, tetapi pada kenyataannya, tidak semua orang pernah merasakan cinta. Mungkin saja permasalahannya karena mereka sendiri belum cukup memberikan cintanya. Jadi, intinya jika anda ingin dicintai, belajarlah untuk mencintai terlebih dahulu. Dimulailah dengan mencintai diri anda terlebih dahulu. Kenali diri anda terlebih dahulu, hargai semua kekurangan dan kelebihan yang anda miliki, dan bersyukurlah akan itu semua. Karena jika anda bahkan tidak mencintai diri anda sendiri, kenapa orang lain harus ?
Jadi berilah diri anda dan orang lain cinta sebanyak-banyaknya maka dunia ini akan terasa begitu penuh dengan cinta. “Love in your heart wasn’t put there to stay, love isn’t love till it’s given away”.
Tips: Berilah diri anda dan orang lain cinta / kasih yang tulus, maka suatu saat anda akan menerima juga cinta yang tulus dari orang lain.

Senin, 12 November 2012

Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis

Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.
Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.

Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.
Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.
Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.

Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:
1. Jangan melihat ke belakang
Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.
Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.
Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.

2. Berpikir objektif
Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.
Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.
Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.
Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.

3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.
Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.
Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.

4. Sertakan sakralitas berumah tangga
Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.
Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.
Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!